Category Archives: News

  • 0

Android 7.0 Nougat telah Resmi Dirilis di Perangkat Nexus

Category : News

nougat_header-image(700x350-crop)

Google telah merilis versi terbaru dari sistem operasi mobilenya, yaitu Android versi 7.0 Nougat. Versi ini telah dirilis secara bertahap pada perangkat Nexus 5X, Nexus 6P, Nexus 6, Nexus 9, dan Pixel C. Android 7.0 ini membawa perubahan di dalam hal peningkatan performa dan juga perbaikan dari fitur yang sebelumnya telah ada di versi Android 6.0. Diantaranya:
Read More

  • 0

10 Bahasa Pemrograman Populer di Indonesia

Category : News

10-Bahasa-Pemrograman-Populer-di-Indonesia-image(700x350-crop)

Bahasa pemrograman merupakan untaian kata-kata berupa instruksi atau perintah-perintah yang biasanya terdiri dari banyak baris yang bisa dimengerti oleh komputer. Bahasa pemrograman ini wajib dikuasai oleh seorang developer agar dapat membangun sebuah aplikasi atau software. Dan untuk membuat aplikasi tertentu maka
Read More

  • 0
menkominfo

Pemerintah akan Lepas Pengaturan Pengalamatan IP ke APJII

Category : News

Pemerintah akan melepaskan pengaturan pengalamatan IP (IP address) ke Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Peran pemerintah hanya akan menyiapkan koridor mengenai hal ini, dan sekarang engah disiapkan bersama dengan APJII.

Demikian disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di ajang Asia Pacific Network Information Centre (APNIC) ke-40 di Jakarta. Menurut Rudiantara, kebijakan ini diambil agar APJII bisa bergerak lebih cepat.

“Pemerintah hanya sebatas mempersiapkan koridornya saja. Untuk eksekusi dan urusan teknis di lapangan tetap diserahkan ke komunitas, dalam hal ini APJII. Ini yang dinamakan self regulatory. Jika dilihat dari regulatory framework, yang bagus itu ya self regulation dari komunitas,” ujarnya.

Ditegaskan Rudiantara, saat ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi lebih cepat dibanding infrastrukturnya, karena itu pihaknya lebih mendorong self regulatory dari komunitas dalam hal ini APJII terkait pengaturan IP. “Jangan semuanya pemerintah, nanti malah lambat. Saya berharap, untuk hal teknisnya APJII yang berperan banyak. Sementara regulasi makro kita siapkan bersama-sama, kata Rudiantara seraya menegaskan pemerintah tidak akan ikut campur dalam pengaturan alamat IP bersama APJII,” harap Menteri yang lama malang-melintang di industri telekomunikasi ini.

source: http://majalahict.com/berita-8106-pemerintah-akan-lepas-pengaturan-pengalamatan-ip-ke-apjii-.html

  • 0
whatsapp-web-4-scan-site

Pengguna WhatsApp Web Dalam Bahaya

Category : News

Sebuah lubang (bug) berbahaya ditemukan pada aplikasi WhatsApp. Hal tersebut mengancam keamanan 200 juta penggunanya.

Temuan tersebut diungkap lembaga keamanan Check Point. Mereka menemukan celah yang memungkinkan hacker mendistribusikan malware termasuk ransomware, yang menuntut korban membayar biaya agar dapat kembali mengakses kembali ke file mereka.

Kerentanan ini tidak menyerang aplikasi versi mobile. Celah keamanan tersebut terdapat pada layanan WhatsApp versi web. Dimana bersumber pada pengiriman kontak dalam format vCard (virtual card).

Para hacker hanya perlu mengirimkan malware yang menjelma seperti vCard kepada nomor korban. Setelah vCard tersebut dibuka, malware akan mendistribusikan kode berbahaya

“Mengingat bahwa WhatsApp adalah aplikasi pesan lintas platform. Kemungkinan untuk membuka vCard yang dikirimkan kepada Anda cukup tinggi,” ujar Mark James, spesialis keamanan dari ESET “Setelah dibuka, vCard tersebut akan menginfeksi sistem dengan ransomware,” lanjutnya.

WhatsApp telah diperingatkan akan masalah ini akhir bulan lalu. Mereka pun dikabarkan akan segera mengeluarkan patch.

  • 0
nawacita

Kominfo dan BPPT Gelar Dialog Nasional Menuju e-Nawacita

Category : News

Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar Dialog Nasional Inovasi TIK 2015. Dialog bertema “Meraih e-Nawacita dengan Pelayanan Publik Elektronik yang Inovatif dan Bermutu untuk Pemerintah dan Demokrasi” digelar agar pengimplementasian teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sudah seharusnya bisa mengefisienkan pelayanan publik dari negara kepada masyarakat.

“Penerapan TIK ini sudah seharusnya bisa digunakan untuk efisiensi pelayanan publik dari Negara untuk masyarakat,” sambut Menkominfo Rudiantara. “Aplikasi pelayanan publik oleh pemerintah pusat juga sangat terbatas, padahal pelayanan publik tersebut harus diberikan semenjak seseorang lahir hingga meninggal dunia. Pengimplementasian TIK di kantor-kantor pemerintah, saat ini masih mengarah hanya pada bagaimana caranya mengotomatisasi suatu proses bisnis,” nilainya.

Diungkap Rudiantara, di kantor Imigrasi yang menurutnya kurang efisien, karena sampai saat ini masih mengharuskan seseorang yang akan memperpanjang paspor untuk datang terlebih dahulu. “Mungkin satu saat nanti, jika kita ingin memperpanjang paspor, kita gak perlu datang dulu. Cukup apply dan pilih reservasi untuk menentukan kapan bisa menandatangani dan proses finalisasi lainnya,” harapnya.

Rudiantara mengakui, keadaan geografis Indonesia sebagai Negara kepulauan membuat jaringan komunikasi masih mengalami kendala di beberapa daerah. “Kita tidak bisa pungkiri keadaan geografis Indonesia juga jadi kendala, karenanya pemerintah menargetkan tahun 2018 atau 2019 seluruh ibukota Kabupaten sudah terkoneksi broadband dengan sinyal 4G di bench 1.800 sehingga rangking jaringan kita bisa naik di ASEAN,” tambahnya.

Sedangkan Kepala BPPT Unggul Priyanto, mengatakan bahwa di era informasi saat ini, pencapaian cita-cita pembangunan tersebut tidak dapat lepas dari teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mampu menghilangkan batas jarak dan waktu yang cocok dengan kondisi geografis kepulauan Indonesia dalam mewujudkan konektivitas secara logis.

Ditambahkannya, dalam mendukung implementasi teknologi, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, seperti dalam pemilihan Kepala Desa melalui proses pemilihan elektronik di tujuh Kabupaten. “Sampai tahun 2015 ini telah dihasilkan 250 Kepala Desa melalui sistem elektronik. Karenanya melalui peluncuran buku pedoman implementasi ‘e-Pilkades’ serentak di Indonesia diharapkan dapat menjadi acuan bagi Kabupaten lain dalam mengimplementasikan e-Pilkades serentak. Secara nasional, e-voting sudah menjadi alternatif dalam pemilihan kepala daerah serentak sesuai UU Nomor 8 Tahun 2015, karena memudahkan pemilih, akurasi dalam perhitungan dan efektif dalam penyelenggaraannya,” jelasnya.

source: http://majalahict.com/berita-8109-kominfo-dan-bppt-gelar-dialog-nasional-menuju-enawacita.html

  • 0
cryptolocker

Melindungi Diri Dari Jeratan Cryptolocker cs

Category : News

Sebenarnya secara teknis ransomware dengan nama Cryptolocker sudah tidak ada lagi karena pembuatnya sudah ditangkap oleh FBI bekerjasama dengan para penegak hukum internasional. Namun kabar buruknya, ibarat seperti bisnis kartel obat bius yang menggiurkan karena memberikan keuntungan sangat besar dimana setiap kali pimpinan kartel berhasil ditangkap oleh pihak yang berwajib.

Maka dalam waktu singkat posisinya akan digantikan oleh orang lain dan membentuk organisasi/kartel baru. Demikian pula dengan ransomware Cryptolocker yang rupanya memberikan keuntungan finansial cukup besar bagi pembuatnya. Tempatnya yang sekarang kosong dan langsung digantikan oleh ransomware lain.

Saat ini ancaman yang paling jelas dan nyata adalah ransomware dengan nama Cryptowall. Dari sisi korbannya bahkan Cryptowall berhasil menginfeksi sekitar 625.000 komputer di seluruh dunia, lebih tinggi 100.000-an komputer dari Cryptolocker dan tidak seperti Cryptolocker yang secara teknis sudah mati, cryptowall sampai saat ini masih aktif mencari korban baru. Cryptowall menyebarkan dirinya melalui lampiran spam email (drive by download) dan instalasi oleh malware lain yang telah menginfeksi komputer terlebih dahulu.

cryptolocker1

Menurut pantauan Vaksincom, Cryptowall juga sudah sampai di Indonesia dan memakan banyak sekali korban. Kabar buruknya, karena pembuat malwarenya masih belum tertangkap, maka dapat dikatakan tidak ada harapan untuk memecahkan kode enkripsi RSA 2048 yang digunakan untuk mengundi data penting komputer korban yang di infeksinya.

Jika Anda menjadi korban cryptowall dan tidak bersedia membayar tebusan yang memang sangat mahal, belajar dari kssus Cryptolocker, mungkin ada baiknya data yang dienkripsi oleh Cryptowall anda simpan baik-baik sambil berdoa semoga suatu hari nanti pembuatnya tertangkap dan private key untuk dekirpsi data diberikan secara gratis seperti yang terjadi pada cryptolocker. Namun sekali lagi tidak ada yang tahu kapan pembuatnya akan tertangkap dan tidak ada jaminan apakah database private key tersebut tersimpan dengan biak atau malah dimusnahkan oleh pembuatnya.

Menjawab pertanyaan Anda, bagaimana melindungi komputer dari ransomware, salah satunya adalah menggunakan program antivirus yang terpercaya dan mampu mendeteksi varian-varian ransomware yang sangat banyak. Jika anda belum memiliki program antivirus yang handal, Anda bisa mencoba menggunakan G Data Antivirus.

Namun, jika memiliki data penting yang berharga dan penting untuk dilindungi baik berupa data office, foto keluarga, database, pst (data MS Outlook) dan data lainnya yang berpotensi akan mengakibatkan kerugian finansial/kenangan pribadi jika disandera oleh ransomware maka Vaksincom menyarankan Anda untuk melakukan backup data anda secara teratur dan setelah backup jangan dihubungkan ke komputer/jaringan karena ransomware memiliki kemampuan mengunci semua data yang terhubung ke jaringan dan memberikan hak full sharing.

Jika Anda menggunakan cloud storage seperto dropbox, google drive atau Norman Secure Box untuk menyimpan data penting. Pastikan mengaktifkan fitur backup otomatis yang akan selalu menyimpan history/sejarah data yang anda simpan di cloud storage sehingga jika dienkripsi oleh ransomware anda tinggal melakukan restore ke data versi sebelumnya.

source: http://inet.detik.com/read/2014/09/01/141538/2677946/1440/melindungi-diri-dari-jeratan-cryptolocker-cs

  • 0
Malware

Serangan Malware Intai Industri Retail

Category : News

Kejahatan cyber saat ini tidak hanya mengancam perusahaan besar. Menurut Country Manager Trend Micro Indonesia Andreas Kagawa, kriminalitas cyber juga menyerang industri retail.

“Sekarang ini varian malware baru bertambah banyak karena saat ini seseorang dapat dengan mudah membuat malware,” katanya dalam temu media di Jakarta, Rabu.

Andreas mengambil contoh perusahaan retail asal Amerika Serikat, Target, yang disusupi malwaremelalui pegawainya. “Sekarang semua perusahaan sudah punya sistem keamanan. Karena itu, saat ini malware dimasukkan dengan cara yang lebih modern lewat jejaring sosial pegawainya,” ujarnya.

Menurut Andreas, malware kini dikirim dalam bentuk e-mail yang disesuaikan dengan interest pegawai yang dapat diketahui, misalnya melalui akun Facebook-nya. “Sebelumnya, hacker sudah memata-matai dulu, melihat pegawainya itu suka apa dari posting-an atau laman yang dia likeshare, atau komen, misalnya,” tutur Andreas. “Setelah itu, malware akan menyamar, masuk, dan bisa tidak terdeteksi lama sekali.”

Malware yang masuk ke PC pegawai akan “tinggal” di RAM, lalu mengambil data konsumen melalui gesekan setiap kartu kredit, seperti yang terjadi pada toko retail Target yang tidak sadar 11 juta data konsumennya dicuri.

Andreas menilai perlu ada mekanisme yang dapat mendeteksi traffic, bukan hanya dari signature maupun pattern, tapi juga behavior. “Deep Discovery bisa mendeteksi gerak-gerik file yang mencurigakan. Solusi tersebut juga dapat mendeteksi alamat IP markas besar malware, bahkan mengetahui sejarah dari malware tersebut,” tutur Andreas.

source : http://tekno.tempo.co/read/news/2015/06/18/095676236/serangan-malware-intai-industri-retail


  • 0
leonika-boedioetomo-reblood

Mengenal Sosok Leonika Boedioetomo, Developer Wanita Tangguh di balik Reblood

Category : News

Wanita bisa dibilang masih kurang populer bekerja di sektor IT pada sejumlah perusahaan di Indonesia karena berbagai alasan. Namun beberapa di antaranya berani maju sebagai pionir. Pada seri FEMALEDEV,Tech in Asia mewawancarai para wanita muda yang memilih berkarier di ranah coding.

Leonika Sari Njoto Boedioetomo, Founder Reblood

Leonika Sari Njoto Boedioetomo adalah seorang developer sekaligus Founder Reblood, sebuah aplikasi yang mendorong orang untuk menyumbangkan darah. Startup miliknya saat ini menjadi bagian dari program inkubasi Start Surabaya. Leonika juga aktif di komunitas FemaleDev di Indonesia, sebuah program yang menghubungkan para wanita Indonesia yang bekerja di ranah IT.

Leonika sendiri masih berstatus mahasiswi jurusan sistem informasi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Tahun lalu, ia adalah salah satu dari 47 mahasiswa-mahasiswi terpilih untuk berpartisipasi dalam program entrepreneurship bootcamp di MIT – setelah melewati saringan dengan lebih dari 50.000 pendaftar.

Q&A

TiA: Bagaimana awal mulanya Anda mulai aktif di ranah programming?

Leonika: Saya mulai berkecimpung di ranah ini sejak semester pertama di universitas. Saya memilih jurusan sistem informasi yang memerlukan kemampuan programming yang baik. Tapi pada saat itu kemampuan saya sangat buruk. Saya mendapat nilai C untuk mata kuliah pengantar di semester pertama.

Meski kelihatannya sulit, ada sesuatu yang menarik dari programming. Ibaratnya seperti memecahkan teka-teki. Programming memicu rasa ingin tahu yang membuat Anda bisa tetap terjaga di malam hari untuk membuat kode yang Anda buat berjalan dengan baik. Itu sebabnya saya belajar siang dan malam, melihat layar hitam dan putih yang sama, mengetik setiap karakter untuk memastikan tidak ada kesalahan.

Untungnya, saya kemudian mendapat nilai A pada mata kuliah lanjutan di semester kedua.

Lalu, bagaimana awalnya Anda mendirikan Reblood?

Pada tahun 2013, saya bergabung di Reblood Indonesia untuk memecahkan masalah e-health, khususnya donor darah, dengan menggunakan teknologi. Kami mengembangkan sistem rantai suplai darah untuk rumah sakit dan bank darah. Sayangnya, proyek ini sekarang dalam masa hibernasi, karena ketidakcocokan dengan sistem rantai suplai darah saat ini. Selain itu, masalah terbesar dalam distribusi darah, yakni kurangnya donasi, juga menjadi kendala kami.

Proyek ini kemudian terlahir kembali sebagai “Reblood,” ide yang saya bawa sebagai hasil dari keikutsertaan di program bootcamp MIT. Tim kami telah mengembangkan aplikasi ini sejak Oktober tahun lalu, dan kami meluncurkannya pada 24 Mei tahun ini.

Reblood mendorong pengguna untuk menyumbangkan darah secara rutin. Ini kebiasaan yang ingin kami ciptakan. Dalam aplikasi ini, kami menggabungkan teori altruisme dengan teknik gamifikasi untuk menciptakan pengalaman pengguna yang menarik.

Startup yang saya bangun bersama tim memiliki mimpi sederhana: Tidak akan ada lagi orang Indonesia yang menderita karena tertundanya proses transfusi darah. Itulah yang akan saya kerjakan di masa depan.

Boleh cerita sedikit tentang bootcamp MIT dan apa yang Anda pelajari dari program ini?

Program tersebut menjadi sebuah pengalaman yang tak terlupakan untuk bisa ikut merasakan banyaknya informasi yang didapat mahasiswa MIT, bekerja dalam kelompok dengan latar belakang dan kewarganegaraan yang berbeda, mendapatkan sesi luar biasa dari dosen MIT senior, dan banyak lagi. Kami belajar tentang framework terkenal yang digunakan oleh mahasiswa MIT untuk membangun startup. Kami belajar bagaimana memahami pelanggan, segmentasi pasar, membangun minimum viable product (MVP), dan sebagainya.

Kapan dan mengapa Anda terlibat di komunitas developer wanita? Apa kegiatan Anda di sana?

Pada Februari lalu, ada acara FemaleDev di sebuah co-working space di Surabaya. Sebagai seorang developer wanita, saya sangat tertarik untuk mengikuti program ini, sehingga saya bisa membantu mempromosikan kesetaraan gender.

Kemudian, pada bulan April, saya diundang sebagai panelis di FemaleDev Summit, sebuah acara tahunan yang melibatkan developer wanita dari berbagai kota di Indonesia. Sayaberbagi cerita dalam membangun Reblood, sekaligus pengalaman sebagai developer wanita.

Apa yang akan Anda lakukan untuk mendorong lebih banyak wanita mempertimbangkan berkarier di ranah IT?

Aktif di komunitas FemaleDev adalah salah satu cara saya untuk mengurangi stereotip tentang wanita dan IT.

Di akhir percakapan Leonika mengatakan bila yakin bila setiap orang bisa coding tanpa peduli kelaminnya. Coding sebenarnya tidak sulit, hanya perlu latihan, seperti belajar naik sepeda. “Selain itu pesan saya bagi para developer wanita, jangan biarkan siapa pun mendefinisikan siapa Anda.”

(Diterjemahkan oleh Lina Noviandari dan diedit oleh Pradipta Nugrahanto; sumber gambar:Mike Licht)

source : http://id.techinasia.com/femaledev-leonika-boedioetomo-developer-wanita-pendiri-reblood/


  • 0
wireless-charging-via-WiFi

Wireless Charging untuk Smartphone Sukes Diuji Coba

Category : News

Ilmuwan dari University of Washington baru-baru ini sukses menguji coba pengisian baterai ponsel secara nirkabel atau wireless. Dengan memanfaatkan koneksi WiFi, para peneliti tersebut berhasil mengisi ulang baterai sebuah smartphone melalui cara wireless.

Seperti dilaporkan oleh Wired pada Kamis (11/6), para peneliti dari University of Washington mengaplikasikan beberapa sensor pada unit ponsel pintar agar bisa mengambil sinyal WiFi dari router dan mengubahnya menjadi arus listrik DC.

Tim peneliti menggunakan sistem yang terintegrasi antara unit smartphone dengan pemancar WiFi yang berasal dari sebuah router Asus untuk membuat pengisian secara nirkabel tersebut bekerja. Pada baterai smartphone yang telah ditanami sensor khusus tersebut, dipancarkanlah sinyal WiFi dari jarak 28 kaki (8,5 meter). Selain itu, dipasangkanlah sebuah kamera yang bekerja pada ketinggian 17 kaki (5,2 meter).

Proses uji coba wireless charging dengan bantuan WiFi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Washington tersebut memiliki hasil yang cukup mengesankan. Namun mereka terhambat oleh batas output daya 1 Watt pada router-nya.

Pada proses uji cobanya, para peneliti menginstal router yang telah dimodifikasi sedemikian rupa. Mereka kemudian menempatkan router tersebut pada sebuah tempat yang tak berjarak terlalu jauh dari tempat diletakkannya unit smartphone yang akan di-charging. Meski membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses pengisian ulang baterainya, namun secara bertahap baterai pada smartphone tersebut bisa terisi dan dayanya pun bertambah.

Meski sukses melewati serangkaian uji coba, namun para peneliti yang mengembangkan wireless charging ini mengaku belum siap untuk memproduksi charger WiFi secara massal. Para peniliti asal University of Washington itu juga telah bekerjasama dengan perusahaan perangkat keras untuk mengembangkan pengisi ulang daya nirkabel tersebut.

Sistem pengisian baterai secara nirkabel saat ini memang menjadi isu menarik di dunia teknologi. Penggunaan wireless charging ini bertujuan untuk efisiensi energi dan menjadi solusi pengisian baterai smartphone modern.

source : http://www.begawei.com/2015/06/wireless-charging-untuk-smartphone-sukes-diuji-coba.html


  • 0

Siap-siap, OS Windows 10 Resmi bakal Tersedia 29 Juli Mendatang!

Tags :

Category : News

Bagi Anda yang kesengsem dengan fitur yang dipunyai oleh Windows 10, siap-siap untuk bisa merasakan pengalaman langsung memakai sistem operasi tersebut. Microsoft pun secara resmi memberikan konfirmasi kalau mereka akan secara resmi menyediakan OS Windows 10 tersebut pada tanggal 29 Juli mendatang.
kredit: Microsoft
kredit: Microsoft
Microsoft mengungkapkan kalau pada tanggal 29 Juli tersebut, di pasaran akan mulai bisa dijumpai komputer yang hadir dengan OS Windows 10. Di waktu yang bersamaan, komputer serta tablet dengan sistem operasi Windows 7 serta Windows 8 pun bisa memperoleh upgrade Windows 10 secara cuma-cuma. Secara lebih lanjut, Microsoft mengungkapkan kalau pembelian perangkat Windows 8.1 yang dilakukan dalam rentang saat ini hingga 29 Juli, juga bakal bisa memperoleh upgrade Windows 10. Terlebih dengan keberadaan Windows 10, pemilik komputer serta tablet pun bisa memperoleh berbagai fitur baru. Termasuk di antaranya adalah keberadaan Cortana serta aplikasi browser baru Microsoft Edge. source: http://www.beritateknologi.com/siap-siap-os-windows-10-resmi-bakal-tersedia-29-juli-mendatang/

About Author

Administrator